Monday, July 15, 2013

KEDEWASAAN

Hmmmm..
Kedewasaan?
Menurut gue sih konsepsi kedewasaan itu masih rancu, ngga jelas.

Kalo menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sih, "Kedewasaan" itu hal atau keadaan telah dewasa.
Mungkin ada yang menganggap kedewasaan itu datang ketika kita sudah memiliki hak untuk mendapatkan materi yang bisa dikonsumsi oleh orang dewasa, entah apapun itu.
Ada juga yang menganggap kedewasaan itu ketika kita tidak boleh atau bahkan malu utnuk menjadi childish.
Sekarang gue ngga mau ngebahas kedewasaan secara rumit sih, tapi mungkin ini adalah kedewasaan gue.. Well at least, dari sudut pandang gue sendiri.

Menurut gue kedewasaan itu sedikit kompleks, tapi berawal dari self-learning. Kita bisa belajar tentang kedewasaan dari manapun, mantan? Mungkin aja, yaaa selama itu bisa membentuk kepribadian kita jadi lebih baik.
Kedewasaan itu gue rasakan ketika gue tidak lagi egois dan mau menang sendiri, you know ketika kita lagi berdebat atau kita lagi mendengar atau melihat pendapat orang lain dan respect dengan hal itu. Well, itu menunjukkan sisi kedewasaan menurut gue.
Kedewasaan itu ketika gue udah bisa bijak dalam memilih, menyesal? Itu sih tanggung jawab pribadi, tinggal disikapi secara baik aja.
Menjadi dewasa itu ketika gue udah bisa mencari pemecahan sebuah masalah tanpa harus orang lain yang jawab, yaa minta pendapar boleh but once again, the answer is in your hand.
Menjadi dewasa menurut gue bukan berarti takut untuk bersikap childish, "boys will be boys" itu ngga ada salahnya kok. Gue bukan superhero, bahkan superhero aja suka becanda, tapi tetep tau situasi untuk jadi demikian.
Menjadi dewasa itu ketika gue udah cukup bermain, dan memilih untuk duduk di dalam sebuah ruangan yang nyaman. Bukan berarti kemudian membosankan, gue tetep bermain, tapi hasil main itu positif.
Menjadi dewasa menurut gue ketika gue udah bisa hadir sepenuhnya untuk orang lain, bukan berarti ngga peduli sama diri sendiri, yaaa itung-itung less-selfish lah.
Ngambek, marah, atau apapun itu ngga salah kok dilakukan ketika sudah dewasa. Asal, tahu alasannya apa dan sebelum kayak gitu, berfikir dulu.
Menjadi dewasa menurut gue itu ketika gue punya kebahagiaan, mau recall memori waktu kecil atau bikin memori baru bareng orang yang spesial. Ketika gue bahagia tanpa harus banyak menuntut, that's it.
Menurut gue, belajar jadi dewasa itu kita sendiri yang mulai, boleh aja sih nikmatin masa muda like having fun, party 24/7, or even just care for our own and don't want anyone by our side, tapi apa iya mau kayak gitu sampe tua?
Mawas diri juga menurut gue salah satu bagian dari menjadi dewasa, jangan takut buat bilang "Shit, I've had enough of this. I'm way to old for this shit", kata-kata kayak gitu malah menunjukkan kalo kita makin sadar akan kapasitas diri kita sendiri. It's good to be brave and have a lot of guts, but age and aging can't be stopped.
Baca komik, punya mainan, main video game, punya boneka, masih suka ke taman bermain, itu semua hal yang wajar dijalani oleh siapapun. Mau masih umur dua puluh sampe umur lima puluh, selama itu ngga mengganggu hidup dan bisa disikapi secara bijak. Menjadi dewasa itu ngga ada batasan.

Kadang kita dituntut untuk jadi dewasa. Orang tua, boss di kantor, temen sendiri, sahabat, bahkan pacar pun sering menyarankan dan meminta kita untuk setidaknya menjadi sedikit gentle, classy, calm, atau cool.
Boleh aja sih diturutin, tapi siapa kita itu kita yang tahu kan? Well kedewasaan itu relatif kok, ngga semua orang butuh banget hal itu.

Jadi, menurut gue menjadi dewasa itu bermula pada respect, way of thinking, dan juga attitude.
So.... Mungkin bisa ditanyakan kepada orang lain, boleh gebetan, pacar, ibu, bapak, kakak, temen, sahabat.. Apa kita sudah dewasa atau setidaknya, menjadi dewasa?

Friday, February 15, 2013

IT'S SO INDONESIAN.... WELL, I GUESS

Ada banyak hal yang bisa mencirikan kalau ini adalah budaya Indonesia.
Menurut gue ada banyak sih, salah satunya adalah cara berpesta.

Iya, berpesta. Tapi bukan pesta caligula yang ngga ada aturan dan bebas semaunya. Yang gue maksud pesta disini adalah kawinan, hajatan, atau momen lain yang melibatkan banyak orang di dalam satu tempat untuk bergaul bersama-sama.

Ada banyak hal yang bisa kita temui saat ada dalam pesta, yang identik dengan Indonesia.. Menurut gue sih gitu, mungkin kalian punya pendapat lain ya silahkan (please jangan makan roti coklat-keju gue)

Yang pertama adalah hiasan yang berbau kedaerahan, mungkin budaya ini lambat laun akan menghilang (entah kenapa gue yakin dengan hal ini). Tapi, sampe sekarang gue masih bisa liat hiasan-hiasan tersebut tersusun dengan apik di lokasi resepsi atau apalah itu namanya..


Yang kedua adalah, seserahan. Pengucapannya sih gitu, "se-serahan" tapi bukan acara bebas lepas freestyle kayak anak breakdance. Seserahan ini biasanya kayak bingkisan yang diserahkan oleh satu pihak ke pihak yang lain. Nah seserahan itu biasanya diserahin sebelum akad nikah atau ijab kabul (lagi-lagi ini sepengetahuan gue). Foto dibawah apaan? Seinget gue sih itu namanya "Mas Kawin", bukan.. Bukan mas-mas dibungkus di peti trus dikawinin sama kembang. Tapi semacam mahar sebagai simbolisasi. Entah simbolisasi apa, mungkin hanya pengantin dan Tuhan yang tahu..


Nah, selanjutnya ada sesi foto-foto. Gila, ibarat kata nih "kalo lu dateng kawinan, lu harus foto sama pengantinnya". Mungkin buat kalian yang mau belajar jadi model, bisa sih kayaknya praktek di acara kawinan. Kali aja gitu, ditawarin jadi model iklan tutup pentil ban motor.


Acara kawinan atau pesta itu identik dengan tata ruang yang megah, sangat "wah", dan bombastis (oke gue lebay). Nah di setiap acara pesta, biasanya kalian akan menemukan beberapa hal yang identik dengan pesta tersebut. Kayaknya sih biar gampang ngerti ini pesta apaan dan yang ngadain acara siapa, kan kalo salah tempat tinggal balik badan trus teriak "IT'S MORPHIN' TIME!!".


Kalo yang terakhir sih kayaknya ngga asing lah, di setiap acara pesta bisa dipastikan kalian akan menemukan banyak tumpukan gelas dan piring. Mau terbalik mau engga, mau isinya terpisah atau jadi satu, setiap kalian melihat ini kalian pasti susah fokus ke yang lain.


Well, itu aja sih kayaknya. Mungkin masih banyak yang khas dari Indonesia di dalam acara pesta yang belum bisa gue bagikan ke kalian. Mungkin kalian harus melihatnya dan merasakannya sendiri sehingga kalian bisa mengerti kalau inilah pesta rasa Indonesia.

See ya later fellas!

-Aldio Cahyo Senoaji-
(ALL photos were taken using Canon EOS 20D and Canon EOS 30D)

(Photograph By: Aldio Cahyo Senoaji. DO NOT COPY THESE MATERIALS IN THIS BLOG WITHOUT MY PERMISSION. Contact me: @Aldiocs)



Tuesday, January 1, 2013

BLA BLA BLA..

Adaptasi, sebuah proses yang dilalui manusia menuju suatu hal yang baru bagi mereka.
Terkadang, untuk melalui adaptasi itu.. Kita diharuskan untuk berkorban.
Mengorbankan masa lalu, demi menghindari terjebak di masa lalu.
Mengorbankan diri sendiri, demi membahagiakan orang lain.
Mengorbankan impian, demi menghadapi realita yang semakin jauh dari angan-angan.
Bahkan ada yang mengorbankan harg diri mereka, yang satu ini aku tidak tahu untuk apa.

Kerelaan/ketidak-relaan kita untuk berkorban itu yang terkadang membuat kita siap, atau bahkan takut untuk menyambut sesuatu yang baru.
Kenangan hanya kenangan, bisa dihidupkan di dalam benak dan pikiran tetapi tidak dapat memengaruhi kita.
Terkadang, kita terlalu sibuk merenungi masa lalu tanpa menyadari bahwa disini, ditempat kita berdiri sekarang. Terdapat jalan untuk terus melangkah dan meninggalkan masa lalu.

Berat? Mungkin.
Kalau kita siap, kenapa tidak?

Jalan kedepan, impian di depan menunggu untuk diraih.
Pastikan kita benar-benar berusaha untuk menggapainya.

Well, Happy New Year fellas!

Aldio Cahyo Senoaji

Tuesday, November 13, 2012

FRIENDSHIP

Mereka tidak mengenal kata bersedih
Selalu ada waktu untuk tertawa dan menikmati hidup

Mereka layaknya superhero
Selalu menjulurkan tangan dan tidak pantang menyerah

Mereka adalah kunci untuk membuka dunia baru
Selalu ada tantangan dan pengalaman baru yang dijalani bersama

Mereka seperti lem super kuat
Yang selalu terhubung, tidak bisa dipisahkan satu dengan lainnya

Mereka adalah keluarga bagiku
Selalu ada disaat senang dan susah

Mungkin bagi kalian hal ini terlalu berlebihan, klise, atau norak. Tapi.. Itu semua benar adanya. Mereka adalah mentorku dalam menjalani kehidupan. Mereka adalah para pemberani, yang masing-masing memegang kunci untuk membuka sebuah petualangan baru untuk aku jelajahi.

Kepada mereka..

Aku berterima kasih..








Love Ya Fellas!

-Aldio Cahyo Senoaji-

(Photograph By: Aldio Cahyo Senoaji. DO NOT COPY THESE MATERIALS IN THIS BLOG WITHOUT MY PERMISSION. Contact me: @Aldiocs)