Hmmmm..
Kedewasaan?
Menurut gue sih konsepsi kedewasaan itu masih rancu, ngga jelas.
Kalo menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sih, "Kedewasaan" itu hal atau keadaan telah dewasa.
Mungkin ada yang menganggap kedewasaan itu datang ketika kita sudah memiliki hak untuk mendapatkan materi yang bisa dikonsumsi oleh orang dewasa, entah apapun itu.
Ada juga yang menganggap kedewasaan itu ketika kita tidak boleh atau bahkan malu utnuk menjadi childish.
Sekarang gue ngga mau ngebahas kedewasaan secara rumit sih, tapi mungkin ini adalah kedewasaan gue.. Well at least, dari sudut pandang gue sendiri.
Menurut gue kedewasaan itu sedikit kompleks, tapi berawal dari self-learning. Kita bisa belajar tentang kedewasaan dari manapun, mantan? Mungkin aja, yaaa selama itu bisa membentuk kepribadian kita jadi lebih baik.
Kedewasaan itu gue rasakan ketika gue tidak lagi egois dan mau menang sendiri, you know ketika kita lagi berdebat atau kita lagi mendengar atau melihat pendapat orang lain dan respect dengan hal itu. Well, itu menunjukkan sisi kedewasaan menurut gue.
Kedewasaan itu ketika gue udah bisa bijak dalam memilih, menyesal? Itu sih tanggung jawab pribadi, tinggal disikapi secara baik aja.
Menjadi dewasa itu ketika gue udah bisa mencari pemecahan sebuah masalah tanpa harus orang lain yang jawab, yaa minta pendapar boleh but once again, the answer is in your hand.
Menjadi dewasa menurut gue bukan berarti takut untuk bersikap childish, "boys will be boys" itu ngga ada salahnya kok. Gue bukan superhero, bahkan superhero aja suka becanda, tapi tetep tau situasi untuk jadi demikian.
Menjadi dewasa itu ketika gue udah cukup bermain, dan memilih untuk duduk di dalam sebuah ruangan yang nyaman. Bukan berarti kemudian membosankan, gue tetep bermain, tapi hasil main itu positif.
Menjadi dewasa menurut gue ketika gue udah bisa hadir sepenuhnya untuk orang lain, bukan berarti ngga peduli sama diri sendiri, yaaa itung-itung less-selfish lah.
Ngambek, marah, atau apapun itu ngga salah kok dilakukan ketika sudah dewasa. Asal, tahu alasannya apa dan sebelum kayak gitu, berfikir dulu.
Menjadi dewasa menurut gue itu ketika gue punya kebahagiaan, mau recall memori waktu kecil atau bikin memori baru bareng orang yang spesial. Ketika gue bahagia tanpa harus banyak menuntut, that's it.
Menurut gue, belajar jadi dewasa itu kita sendiri yang mulai, boleh aja sih nikmatin masa muda like having fun, party 24/7, or even just care for our own and don't want anyone by our side, tapi apa iya mau kayak gitu sampe tua?
Mawas diri juga menurut gue salah satu bagian dari menjadi dewasa, jangan takut buat bilang "Shit, I've had enough of this. I'm way to old for this shit", kata-kata kayak gitu malah menunjukkan kalo kita makin sadar akan kapasitas diri kita sendiri. It's good to be brave and have a lot of guts, but age and aging can't be stopped.
Baca komik, punya mainan, main video game, punya boneka, masih suka ke taman bermain, itu semua hal yang wajar dijalani oleh siapapun. Mau masih umur dua puluh sampe umur lima puluh, selama itu ngga mengganggu hidup dan bisa disikapi secara bijak. Menjadi dewasa itu ngga ada batasan.
Kadang kita dituntut untuk jadi dewasa. Orang tua, boss di kantor, temen sendiri, sahabat, bahkan pacar pun sering menyarankan dan meminta kita untuk setidaknya menjadi sedikit gentle, classy, calm, atau cool.
Boleh aja sih diturutin, tapi siapa kita itu kita yang tahu kan? Well kedewasaan itu relatif kok, ngga semua orang butuh banget hal itu.
Jadi, menurut gue menjadi dewasa itu bermula pada respect, way of thinking, dan juga attitude.
So.... Mungkin bisa ditanyakan kepada orang lain, boleh gebetan, pacar, ibu, bapak, kakak, temen, sahabat.. Apa kita sudah dewasa atau setidaknya, menjadi dewasa?
No comments:
Post a Comment