You're one of it
Monday, June 27, 2016
Sunday, June 26, 2016
UDAH GEDE KOK MASIH...
Gue baru kepikiran..
Jadi anak kecil tuh enak juga ya
Bebas
Lepas
Pake kancut keluar rumah telanjang dada ngga dikira gila
Enak yak..
Pas udah gede, mulai kenal malu, mulai kenal logic, mulai tau mana yang boleh mana yang engga, tau mana sayur mana ilalang (sorry mom, dad, I was stupid back then)
Pernah denger orang ngomong "ih udah gede kok masih nonton kartun? Udah gede kok masih beli mainan? Udah gede kok masih kayak anak-anak?" ?
Sucks eh?
For me, yeah.
I would like to answer it with something like "ih udah gede kok masih bawel ya? Udah gede kok masih ngerecokin orang sih?". Sayangnya gue ngga bakalan bisa ngomong gitu, yang ada jadi gembel ntar.
Tapi ngga tau kenapa gue agak keganggu dengan kalimat semacam itu.
I mean, trus kenapa kalo udah gede? Ngga boleh have fun? Ngga boleh punya hobi? Ngga boleh seneng-seneng dikit? Apa kesenangan yang didapat ketika kecil berhenti disitu?
Being an adult, grown up, harusnya menjadi hal yang menyenangkan.
Apakah dengan status "udah gede" lantas kita ngga boleh nangis? Trus buat apa punya emosi, lagipula kalo ditahan trus jadi gila yang mau tanggung jawab siapa?
Apakah dengan status "udah gede" lantas kita ngga boleh beli mainan, main game, and do what a kid would do? Now first of all, hobby is good alright. Makes you feel alive. Then, gue percaya dengan kalimat "boys will be boys". Even tho you're a man or trying to be one, you still have that little guy inside you man.
Well, I think being an adult or growing up should let you be you. Yes you should be more logical, yes you might have more responsibilities than before, yes you should act properly sometimes. But that shouldn't stop you for having fun. Menjadi dewasa seharusnya menyenangkan, ya sesekali menghidupkan kembali kenangan masa kecil atau mencoba menghidupkan mimpi ketika masih kecil ngga ada salahnya kan?
Maybe I talk to much, or in this case write to much. Hope you guys fine with that.
Good night then, jangan lupa pipis, cuci tangan, cuci muka, sama cuci kaki kalo mau tidur. Sikat gigi mah ntar, siapa tau khilaf.
Thursday, June 16, 2016
WELL, THAT'S LIFE
Do you ever make a choice in your life, that at that time you think like "aw yea this is going to be fine, a bit rough but it'll be fine"?
I did, back then. And now I feel a bit of regret.
You see, you gotta make a choice in your life. Every single moment of your life is an option that you've got to choose. And you damn sure that there is no room for stupidity.
Well, jujur gue sekarang lagi dalam tahap penyesalan yang teramat sangat dalam. And THANK GOD, hal itu terjadi sekarang. Meskipun gue sempet mikir "hell, why now?" Tapi semua terjadi karena pilihan gue sendiri.
Banyak pilihan dalam hidup gue yang ternyata salah, dan dulu gue pilih and I'm fine with that at the time. Tapi sekarang gue sadar, gue gobloknya luar biasa.
Gue punya orang tua, well ibu, yang sayang sama gue. Dan ketika dia kasih wejangan tentang dunia kuliah, malah gue kacangin. First of all, I'm a bit of a rebel. Tapi gue ngga berontak dengan cara kekerasan, gue memilih keras kepala dan mencoba hal yang sebetulnya diluar kemampuan gue. Singkatnya, gue ceroboh. Alright so, ada satu kalimat yang ibu gue selalu bilang "fokus kuliah, berorganisasi boleh, kegiatan diluar kampus boleh, tapi ingat kuliah dan jangan coba-coba cari uang sebelum lulus kuliah". I was thinking "what the hell? Trus gue kuliah ngapain aja dong? Belajar doang tanpa explore kemampuan gue?" Dan saat itu gue berontak. And I regret it now. My mom never went to college, but she know a lot about life, furthermore she know me a lot better than myself. 2.5 years in college, my grade dropped like hell. I call my mom and I cried, and at that time my mom taught me about tough love. She said "now get up, stop all this right now, and sort it out yourself. Find a way to make it up". And boom, at that time I man up an I learn how to deal with a problem.
Tonight, as I work at my thesis. Gue pegang rekap nilai dari kampus, dan gue shock. Gue ngga tau harus gimana. To be honest, udah satu tahun belakangan ini gue hidup dibawah tekanan. Berat, tapi gue selalu optimis dan bilang "oke, jalan keluarnya begini dan besok harus dilakuin". I'm being hard on myself now. Karena gue harus beresin semua masalah yang udah gue perbuat, kesalahan yang dulu gue liat sebagai "kebebasan", kesalahan yang dulu gue liat sebagai "kesempatan". Don't get me wrong now, kesempatan hadir memang untun diambil tapi kalo kita cerdas kita pasti tau kesempatan itu patut diambil atau tidak.
Man..
I don't know. It's hard being me right now. Gue bahkan ngga bisa fokus ke skripsi. Terlalu banyak yang memberikan tekanan. Terlalu banyak yang menuntut. Terlalu banyak permintaan. Right now all I can do is wait until morning come, and talk to the campus about this and see what they said about this. Hopefully, all is fine.
Temen gue bilang "setelah kuliah tuntutannya pasti bakalan lebih banyak". Maybe ada benernya, tapi seenggaknya tuntutan itu yang bikin diri sendiri, bukan orang lain yang menuntut kita untuk begini dan begitu demi kepentingan mereka.
Man.. My wish this year is just to end it this year, that was all that I've been pray for. Gue selalu berdoa untuk bisa lulus bulan juli atau agustus. But why, why there is always test after test after test after test coming in my way and trying to stop me and drag me down. Pemikiran positif yang gue punya adalah "it's alright, lo lagi dikasih cobaan. Lo lagi diuji seberapa kuat dan sabar lo sebenernya. Come on, have a talk with God and let's see".
I always live in fear, live with fear is fine I guess. But not this. Gue selalu merasa takut. Ketakutan terbesar gue adalah gagal. Gue selalu berfikir "well I'm a big failure. I'm good at nothing and for nothing". And that's freaks me out. Dan dengan pilihan yang gue pilih dan konsekuensi yang gue hadapin sekarang, gue takut.
What I learned from tonight is: apapun yang dikatakan orang tua mu kepadamu, pahami dan pikir baik-baik. Dan selalu berfikir dua kali dalam mengambil keputusan.
Well sorry folks if I don't have something funny or good to share. I'm holding for my dear life now, scared as hell.
Peace out man, take care.
02.16 WIB
Thursday, March 10, 2016
TIPS DATANG KE PAMERAN
Jadi, beberapa hari yang lalu gue dateng ke sebuah pameran yang maha dahsyat. Saking dahsyatnya gue sampe sadar, betapa miskinnya gue.
Pameran itu adalah surga bagi para geek, mau geek di bidang komik, anime, pro-wrestling, sampe toys photography.
Entah kenapa gue tergoda untuk menuliskan sesuatu yang lebay.
So, pameran itu bertajuk "Jakarta Toys & Comic Fair".
Dan yang menarik adalah, ada beberapa hal yang gue sadari disana (selain harga mainan yang bikin gue mawas diri).
Ada beberapa hal yang menurut gue masih belom dipahami oleh beberapa orang yang dateng kesana. Dan gue mau berbagi tips buat kalian yang nanti mau dateng kesana.
1. Bawa Bekal
Bekal disini bukan cuma dana yang memadai, tetapi juga air minum dan beberapa snack kecil. Kan disana ada yang jual makanan bro? Ya emang, tapi gini, bagi lo yang pertama kali dateng ada kemungkinan dana yang lo siapin belom termasuk konsumsi disana kan? Dan kalo lo mau khusyuk hunting disana, bawa bekal sendiri sangat amat dianjurkan.
Gue disana ngga kepikiran makan sama sekali, tau-tau gue jalan nyerong aja pokoknya. Dan bukan ngga mungkin lo nanti begitu, bukan nyumpahin but just sayin'.
Selain biar dana lo ngga kepotong buat makan dan jajan, dan biar fokus hunting. Bawa bekal berguna untuk hal lain, nawarin makan atau minum ke cewe cakep disana misal, tapi jangan nangis kalo dikira tukang hipnotis.
2. Pilih Sepatu
Sahabat-sahabatku, para geek sejati maupun geek kemarin sore mohon percaya, acara ini bukan jalan-jalan lucu kayak di mall-mall. Gue sangat-sangat menyarankan menggunakan alas kaki yang paling nyaman. Sendal jepit? Why not. Sepatu running? That's better. And ladies, I'm sorry but screw those high heels and fancy shoes.
Kenapa gue berkata demikian, pertama ini venue luas gila bro. Gue ngiterin (belom sama liat2+tanya) lokasi itu makan waktu sekitar satu jam, dan gue pake sepatu jenis sneakers. Itu aja gue udah nyari otoped atau kursi roda. Kedua, kalau kalian dateng bersama pacar. Percayalah, kalau pacar kamu seorang geek maka dia akan menikmati waktunya dan feel this moment. Dia enjoy elu mau ngesot pake troli.
3. Cari Referensi
Tips ini buat kalian para pemula dan pendatang pertama. Gue waktu itu baru pertama kali dateng, tapi udah tau event itu dulu. Dan gue ngga berusaha cari tau tentang acara itu. Efeknya? Gue ngga tau disana ada apa aja dan range harganya berapa aja. Gue ngga siap, dan ngga puas karena gagal membawa pulang beberapa benda.
Dan gue sempet melihat beberapa pasangan disana, dan (not to be judgemental) pasangan wanitanya banyak sekali yang salah kostum. Contohnya? Yang pake dress dan heels ada, yang dandan kayak mau kondangan ada. For guys, please if you love your girl, tell her about this fair and how she should dress herself.
4. Liat, Suka, Beli!
Ini nih yang berat, kadang tahap liat udah trus suka juga udah eh pas mau beli ada aja yang kepikiran. Mau beli kepikiran tagihan listrik, mau beli kepikiran besok nyayur pake apa, mau beli kepikiran malem minggu gimana, dan banyak kepikiran-kepikiran lainnya.
Saran gue satu, SCREW THOSE SHIT AND BUY IT NOW!
Kenapa begitu? Well disana banyak barang-barang yang kemungkinan ngga akan lo temuin lagi, dan banyak booth yang memberikan "best deal"nya yang pastinya menguntungkan kita sebagai kolektor. Dan jangan sampe lo pulang dengan perasaan galau karena ngga jadi beli.
Dan kalo lo takut bangkrut, beli secara cermat. Untuk action figure, kalo mau ya beli aja yang loose karena harganya pasti lebih murah. Dan kalo kalian mau ya bisa beli banyak trus dijual lagi deh, lo seneng punya barang banyak trus keuangan juga ngga gitu keganggu, kan bisa ada mainan yang bisa dijual.
Segitu dulu ah, yang kepikiran baru itu hahaha..
Ngga masuk akal? Aneh? Ngga cocok? Ya jangan dibaca dan kalo udah baca ya jangan dilakuin.
Ya ternyata dateng ke pameran pun harus ada persiapan, persiapan yang matang, sehingga ibadah geek kalian berjalan dengan lancar.
Sekian dan selamat kelonan
Subscribe to:
Posts (Atom)