Lost
Losing
Whatever it is, I'm feeling it right now. That doesn't mean that you're mine, I'm just cant afford it.
Kehilangan sesuatu yang kita miliki kadang memang mengejutkan dan tidak bisa kita terima begitu saja. Apalagi kehilangan sesuatu yang spesial, sesuatu yang kamu tahu tidak akan muncul lagi dalam waktu dekat, atau bahkan tidak akan muncul lagi di kehidupanmu.
After that terrifying feeling, what would you do next? Apakah kamu akan membiarkan perasaan yang sangat mengganggu itu hinggap dan memberikan rasa yang semakin buruk? Atau kamu akan memastikan bahwa kamu tidak akan kehilangan sesuatu itu?
Semua hal ini bermuara pada satu hal, kesalahan.
Iya, mistakes after mistakes and sometimes you're not learning from it. Bukan berarti tidak ada introspeksi dan melihat kesalahan diri sendiri, field of experience memang tidak pernah bisa diukur. Dan kadang timbul satu pertanyaan "Apakah hal ini memang berulang? Atau aku yang terlalu bodoh untuk mengulangi kesalahan yang sama?". Mereka yang diluar sana seolah-olah berusaha meyakinkan kalau ada yang salah sepertinya, but is it? Kamu yakin ini bukan semata-mata mereka tidak senang dengan apa yang kamu jalani?
Kesalahan membuat semua orang belajar, tapi dengan cara yang berbeda. Sulit memang menemukan hal yang salah apabila kita yang melihat dari sudut pandang kita sendiri.
Ada satu kata dari temanku yang menurutku sangat tidak masuk akal: "Why her? Is it should be her? Ngga ada yang lain?".
Kenapa tidak masuk akal? Well letting people choose what they want is one form of respect. It is my choice, mereka ngga perlu tahu alasan spesifik kenapa aku memilih dia tapi dia adalah yang aku pilih. Iya, there is plenty fish on the sea, tapi apa nanti di pasar kamu mau beli semua ikan? Kamu pasti memilih yang kamu inginkan dan menolak yang lain kan? Lagipula, semua pilihan ada resikonya.
Resiko ya? Iya, sejak awal aku memilih dia memang ada resiko yang harus aku tanggung. Ngga perlu tau lah kalian, yang jelas aku bisa survive sampai sekarang itu karena aku percaya dengan apa yang aku pilih itu benar. Ragu? Jelas ada, tapi seiring dengan berjalannya waktu keraguan itu hilang dan berganti dengan kepastian.
Jadi? Masih tanya lagi kenapa aku memilih dia dengan segala kekurangannya dan resikonya?
Don't like it? Shut up and walk away please. It is my decision, I choose it.
No comments:
Post a Comment