Hey hey eeheeeyyyy!!
Gue balik lagi ke blog ini dan mulai posting lagi hahahaha *masakberas*.
Well sebetulnya posting gue kali ini merupakan hasil dari perasaan resah, gelisah, dan basah gue yang baru - baru ini gue alamin. Gue bingung deh, apa sih maksutnya dengan pembuatan e-ktp? Kenapa ngga dibuat serentak? Kenapa dalam prosesnya tidak dibuat dengan benar, maksudnya ngga asal ada alat trus oper sana oper sini gitu. Sumpah hal ini mengganggu gue banget, yang pertama kenapa waktu yang ditentukan untuk membuat e-ktp itu ngga pasti alias mendadak? Gue sebagai mahasiswa perantau yang jauh dari rumah kan merasa sangat dirugikan, halooo pemerintah diluar sana gue ngga mau bolos kuliah cuman gara - gara bikin e-ktp loh, gue udah punya ktp and this is god damn real!
Gue ngga tau apa alasan mereka untuk tidak memberitahukan alasan kenapa pemberitahuan pembuatan e-ktp ini dibuat mendadak dan terkesan terburu -buru, kalo lo ngga bikin ya lo bukan warga negara, begitulah kesan yang gue dapet tentang hal tersebut. Gila gue harus ngeluarin duit hampir Rp 200.000,- buat pulang dan ngurus e-ktp loh, dan Rp 200.000,- itu DUIT bukan daun kelor (btw, daun kelor tuh gimana sih? hehe). Gila kali gue ngeluarin duit segitu buat pulang doang, belom buat balik lagi ke semarang, kampret tabungan gue ludes langsung.
Dan kenapa pembuatan e-ktp itu terkesan terburu - buru? I mean, kata emak gue alatnya itu dipakai secara bergilir. What the F*** is going on? Apa pemerintah ngga bisa mengumpulkan dana untuk membeli alat yang seenggaknya setiap kecamatan punya, dimana setiap warganya jadi bebas untuk membuat e-ktp itu, jadi ngga harus bolos kerja, sekolah, dan kuliah cuman gara - gara bikin e-ktp doang. Kesannya pembuatan e-ktp itu sangat terburu - buru atau bisa dibilang "kejar tayang", sangat sangat mencurigakan menurut gue.
Oke mungkin kalian berpikir kalo gue katro, norak, ketinggalan informasi, atau yang lainnya itu terserah kalian karena semua orang bebas berpendapat (negara demokrasi kok berpendapat aja ngga boleh), tapi gue sangat merasa dirugikan dengan kondisi seperti ini. Gue harus bolos demi sebuah benda yang belom tentu bisa menjamin IP gue semester ini dan selanjutnya 4,00. Gue harus pulang dengan biaya yang ngga murah menurut gue dan setelah gue bikin e-ktp gue harus balik lagi malem - malem dan pagi - pagi banget gue sudah harus kuliah?
Apakah ngga ada hari lain untuk mengurusnya? Gue mikir aja, masih ada orang diluar sana yang bekerja menyeberang pulau dan hidup di garis rata - rata ekonomi bangsa, ketika mereka sedang mencari uang dan mengumpulkannya untuk pulang di hari raya dan tiba - tiba harus pulang hanya untuk mengurus hal tersebut. Apa iya ngga ada kompensasi untuk warga yang tinggal di luar kota?
Pemerintah ngga mau mikir tentang posisi dan kondisi warganya? Pantesan warga juga bodo amat sama pemerintah.
Udah ah, gue merasa pembicaraan gue kali ini sangat "sensitif"
See ya next time
Adios!
No comments:
Post a Comment