Saturday, April 14, 2012

NEW FRIENDS TO PLAY

Hoorrraaaaaaahhhhhhh!!!!

I'm back here baby, and this time with a brand new post comin!
Hell Yeah!!

Nah gue baru - baru ini membeli 2 buah kamera yang menurut gue legenda banget.

 Do You Know This One?

Kalo lo bisa nebak dengan mudah, anda sangat benar sekali. Buat yang belum tahu, kamera di atas adalah Canon Canonet QL17 keluaran tahun 1970an. Kamera yang berjenis rangefinder ini nantinya akan dikenal sebagai camera digital, menurut gue lebih deket dengan kamera pro-sum. Nah, kamera di atas bukan punya gue, gue ngambil dari Google, dan kondisi aslinya agak mengenaskan. Gue beli dengan harga Rp 150.000,- yang menurut gue sangat murah (di pasaran udah nembus Rp 400.000,-) dan gue tetep ngotot beli walaupun ada opsi rangefinder lain yang ngga kalah keren kayak Ricoh 500GX.

Kenapa gue lebih memilih kamera ini?

Karena gue udah jatuh cinta, jadi ketika gue memulai hobi analog fotografi ini, gue lihat kamera ini di situs jual beli dan gue langsung bilang "Gue harus punya kamera ini" dan ketika gue lihat harganya gue langsung bilang "Yang jual SARAP! EDAN! GILA!". Dan mulailah gue dengan kamera pocket dan toycam yang gue punya.

Tetapi takdir berkata lain, gue pun diperemukan dengan kamera ini, agak kesel juga sih, yang jual bilang "Ada jamur mas, bisa dibersihin kok" gue percaya dan ketika gue periksa, KOK BARET-BARET GINI???!!!! Asli gue kesel banget, gue jajal buat foto tapi hasilnya kurang memuaskan, lucu sih agak glowing - glowing gimana gitu tapi ya agak ngga puas aja gue. Filter lensa jadi gampang fogging juga gara-gara scratch, kampret.

Dan keajaiban pun datang, setelah gue hunting foto gue pergi ke dukun kamera. Untuk informasi gue bukan ke dukun yang bisa bikin gue foto sambil melayang atau gimana tapi gue ke dukun kamera, dukun kamera itu orang yang menangani kamera - kamera tua yang biasanya kalo kita bawa ke dealer kamera sekarang mereka pasti nanya "Ini kamera apa ya mas?"

You know what happen? Kamera gue dituker dengan kamera dia men! GILA! Dia ngga bisa nyari lensa pengganti buat gue dan dia nuker kameranya dengan kamera gue, menurut gue ini sebuah penghargaan untuk pencinta analog yang menurut dia sekarang ini berkurang. Gue agak ngga enak sih, nanti kalo ada waktu gue cek lagi deh kamera gue. Suer.

So Handsome Isn't It?

Nah kalo kamera di atas ini siapa yang tahu hayooo??? Yap, ini adalah Canon Canonet QL17 yang dikeluarkan pada tahun 1965 dan bisa dibilang cukup langka di Indonesia. Mungkin kalian bertanya-tanya "Kurang kerjaan banget nih orang, udah punya QL17 beli lagi satu, beda tahun doang. Ngapain coba?", well gue beli kamera ini karena kamera ini dalam kondisi yang apik, mulus, dan almost perfect. Kamera diatas juga gue ambil gambarnya dari google, kamera punya gue ngga semulus ini, tapi ngga beda jauh lah kondisinya hehehe :D

Gue dapet kamera ini senin kemarin, dan gue rela hidup irit demi beli kamera ini,. Gue beli di dukun kamera langganan gue, dia jual kamera dalam kondisi yang sangat bagus dan dia orang yang jujur. Gue mau beli SLR Pentax dan dia bilang kamera ini dalam kondisi yang kurang bagus dan dia menawarkan opsi lain. Gila gue salut bener sama orang ini.

Yang gue suka dari kamera ini adalah, kamera ini ngga terlalu berat (berasa bawa kamera pocket atau toycam) tapi punya fitur sekelas kamera SLR (Shutter Count, Pengatur Diafragma, Bisa Focusing). Menurut gue kamera ini komplit banget dan hasil fotonya keren banget! Gue pun ngga sabar mau kencan sama dua kamera ini hehehehehe (iya gue tau, jomblo ngga berkualitas banget ya kesannya)

Gue akan kasih lihat ke kalian beberapa foto yang gue ambil menggunakan Canonet QL17 dari yang lensanya berjamur sampai yang udah bersih.

Here We Go!

Deretan foto pertama adalah foto yang gue ambil menggunakan Canonet QL17 tahun 1970an dengan lensa yang jamuran dan tergores:

My Room|Canonet QL17|Kodak Colorplus 200


Mess|Canonet QL17|Kodak Colorplus 200


Tugu Muda|Canonet QL17|Superia 200


Melihat Siapa?|Canonet QL17|Lucky SHD 100


Nah, foto di atas hasil dari lensa berjmur yang gue bersihin sedikit tapi masih menyisakan scratch di lensa, agak glowing gimanaaa gituhh..

Nah yang ini adalah foto menggunakan Canonet QL17 dari si dukun kamera yang baik hati:

Fallen Bottle|Canonet QL17|Superia 200


Nongkrong|Canonet QL17|Superia 200


Bulbing|Canonet QL17|Superia 200


Musisi Tua|Canonet QL17|Superia 200

Sumber: Aldio's Flickr

Nah menurut gue hasilnya lebih jernih foto di atas ini daripada foto awal. Yang gue seneng dari Canonet QL17 adalah hasil fotonya yang unik, sedikit vintage tapi pencahayaan juga ngga berlebihan. Kalo mau lihat foto gue yang lain bisa dilihat di galeri foto gue di Flickr, semua foto dijamin adalah karya tangan gue sendiri :D Enjoy it fellas! :)

Sekian dulu lah postingan gue hari ini, lagi flu nih *HUATCHIEMM!!!!!*

See ya later fellas!
Have a Nice Day!

Thursday, March 29, 2012

THIS IS HOW WE HUNT!

Heyyaa there fellas!
I'm back here again, and now with some photos comin'

So, gue baru aja gabung dengan sebuah komunitas kamera analog di Semarang. Yang bikin gue seneng adalah, gue jadi punya banyak ilmu yang gue dapet dari sharing - sharing yang dilakukan oleh anggota - anggota disini, gue yang tadinya masih minim ilmu mulai menemukan ilmu - ilmu baru dari orang - orang yang bisa dibilang ahli dalam bidangnya.

Nah, beberapa waktu yang lalu gue ikut hunting bareng yang dilaksanakan di daerah Tugu Muda dan Pandanaran dengan tema "Street Photography". Gue seneeenngg banget bisa ngerasain rasanya hunting bareng, diliatin orang - orang, dimintain foto sama kuli bangunan, dan mengabadikan momen secara cepat dan tepat.

Nah kali ini gue akan share beberapa hasil foto yang udah sempet gue cuci dan scan (tinggal 1 roll yang belom, masih ngumpulin duit dulu hihihi). So, here we go!!


Forever Alone? | Fujifilm Zo | Kodak Colorplus 200


Abandoned Bike | Fujifilm Zo | Kodak Colorplus 200


Look Down | Fujifilm Zo | Kodak Colorplus 200


Jagalah Kebersihan? | Fujifilm Zo | Kodak Colorplus 200


Cleaning Up | Fujifilm Zo | Kodak Colorplus 200


Ready, Set, GO! | Topico Minitop Panoramic | Fujifilm Superia 200


Kepengeeennn.. | Topico Minitop Panoramic | Fujifilm Superia 200


Lost? | Topico Minitop Panoramic | Fujifilm Superia 200


I'll Walk, You Drive | Topico Minitop Panoramic | Fujifilm Superia 200

Nah itu adalah hasil dari hunting bareng yang telah sukses dilaksanakan.
Nah beberapa hasil foto gue bisa kalian liat di sini, untuk catatan mungkin ada beberapa judul foto yang ngga sesuai. Itu karena gue eamng punya perspektif yang berbeda terhadap sebuah foto yang gue punya, jadi 1 foto bisa memiliki banyak judul menurut gue.

So, this is it from me hope you'll enjoy it.
Seea ya again later!
Have a good day!

Friday, March 9, 2012

GALAU

Hooorraaayyyyyy!!!
I'm back here again, well this is insane I'm writing in here almost everyday right now. I never thought that it will be this addictive, but this feels great hahahahaha

So, today I wanna talk about a "disease" that become famous in this country especially for youngsters, yep I wanna talk about a euphoria called GALAU.

Gila, gue ngga pernah ngerti deh kenapa sih istilah GALAU begitu terkenal di kalangan muda-mudi di Indonesia?  Mau makan inget sesuatu jadi GALAU, makanannya basah kena air mata. Mau nyebrang keinget mantan pacar GALAU, ngga jadi nyebrang, BIKIN MACET WOY! Gila, mau mandi inget pas diputusin ngga jadi mandi, dikira ngga bau apa. Gue bingung aja kok hal - hal kecil dan sepele kayak gini bisa membuat hampir semua orang jadi lemah, hey kalian ini pemuda yang kuat, dulu Soekarno bilang kalau pemuda itu tonggak kemajuan bangsa, "Beri aku seribu orang, dengan mereka aku akan menggerakan gunung Semeru. Beri aku sepuluh pemuda yang membara cintanya kepada Tanah Air, dan aku akan mengguncang dunia".

Lha kalo gini caranya gimana mau mengguncang dunia, kalo para pemuda masih pada "dangdutan" mulu kerjaannya.

Menurut gue kita semua masih lemah, masih gampang untuk diguncang, ibarat kerupuk itu ngga dibungkus jadi gampang melempem. Kita harus bisa kuat, harus bisa melawan arus yang dihadapi, harus bisa move on *ngeliatinfotogebetanyangdulu*. Galau itu udah menjadi sebuah fenomena yang sangat terkenal menurut gue, padahal kalu ditanya artinya pasti ada ngga ngerti. Pokoknya taunya galau tuh inget mantan, inget gebetan yang lama, trus inget utang. Dan anehnya galau itu ada jam - jam tertentu, udah mirip tv nih lama - lama galau ada jam prime time-nya, jadi kalo gue liat di internet orang itu biasanya mulai galau pada jam 7 malem keatas dan penyebabnya sangat teramat absurd. Bisa karena ngga bisa tidur dan mulai memikirkan suatu hal yang menurut gue itu kayak suatu halusinasi, serius gue pernah kayak gitu soalnya, you know lah mau tidur ngga bisa trus langsung melayang kemana - mana gitu pikirannya, serius mendingan merem terus tidur kalo begitu caranya mah.

Nah yang lebih parah lagi anak SD sekarang bisa galau men, bayangin anak SD ditanya sama bapaknya "Naak, kamu ngga bikin tugas?", trus si anak jawab "Ntar aja pak lagi galau", apa ngga stress tuh bapak anaknya kecil - kecil udah ngerti galau. Gue aja dulu sd cuman inget sekolah, ngerjain tugas, nonton power rangers sama smackdown, galau aja belom ngerti artinya. Menurut gue tingkat pergaulan sudah bergeser dari yang seharusnya, anak SMP udah demen shopping, dandan dan make tas emak - emak kemana - mana, gue bukan ngelarang, it's your own taste of fashion, tapi ngga ada salahnya kan kalo liat umur dulu kalo mau dandan.

Galau sekarang udah kayak jadi bagian hidup, bete dibilang galau, laper dibilang galau, pusing dibilang galau, kebelet boker apa masih mau dibilang galau? "Aduh men perut gue galau nih" sambil garuk - garuk perut, galau itu lambat laun bisa jadi merusak, yang tadinya rajin belajar gara - gara galau ngga mau belajar, yang tadinya semangat jadi lemes dan ngga bersemangat. 

Galau seakan - akan menjadi trend, kalo ngga galau berarti ngga keren, kalo ngga galau ngga gaul. Apa pula ini? Apa gue harus dateng ke sevel atau ck trus ngomong sama temen gue "Wey men gue galau gila neh, parah men, gue.galau.abis." pake logat anak gaul sekarang gitu, jangan sampe deh.

Menurut gue galau itu adalah ketika seseorang ditampatkan pada ketidakpastian, dimana dia harus memilih diantara 2 hal dan dia tidak bisa memilih. Menurut gue pengartian yang digunakan saat ini sangat berbeda, galau diartikan sebagai suatu keadaan dimana hati sedang tidak bagus, mood sedang jelek, itu bisa jadi gelisah bukan galau.

Nah sekian uneg - uneg gue tentang galau, sebetulnya gue sangat bingung kok galau bisa sebegitu populernya ya?

Udah dulu ah, pegel juga ternyata ngeblog sambil koprol.
See ya later fellas!
Have a nice day everybody!

Thursday, March 8, 2012

TIPS HEMAT: NONTON BIOSKOP

Hey there fellas!

Kali ini gue akan mambagikan tips dan trik untuk berhemat, gue tau lah mahasiswa otaknya gimana, yang penting bisa hemat bagaimanapun caranya. Nah maka dari itu gue mau ngasih tips ini *buruankaliyo*

Oke gue tau pasti kebanyakan warga indonesia apalagi kaum muda pasti suka nonton bioskop, mau sendirian, bawa pacar, selingkuhan, anak-istri, anak orang, binatang (sumpah mustahil banget yang terakhir) pasti semua suka sama yang namanya nonton film di bioskop. Pernah ngga sih kalian mikir, "eh kok gue nonton bioskop bisa abis duit banyak banget ya?" trus lo kepikiran sampe pulang dan nangis di bawah guyuran.... shower/gayung.

Nah untuk itu gue ada disini, gue mau bagi - bagi ke kalian semua tentang tips - tips berhemat dalam menonton film di bioskop.


  1. MEMBAWA JAKET - Ini sumpah penting banget, kenapa? karena gue ganteng banget, ya engga dong gue mempesona kali (ngibas ekor). Jaket itu bisa buat kamuflase, lo ngga perlu pake jaket tentara, ntar yang ada lo diciduk aparat ujung - ujungnya malu - maluin. Kamuflase disini lo bisa naro makanan sesuka hati lo di dalem jaket, usahakan bawa jaket yang dalemnya ada kantongnya biar enak pas ngambil, jangan pas lo buka resleting makanan pada berserakan dibawah, sama aja bo'ong. kan jadi enak tuh makan udah murah, meriah pula (nyampe studio langsung rebutan makanan)
  2. PULANG DULU - Gue bukan nyaranin lo untuk beres - beres atau renovasi rumah, dalam hal ini usahakan kalo lo lagi di suatu tempat pulang lah terlebih dulu. Yakin sama Tuhan ini sangat penting, lo bisa prepare dengan baik taktik apa yang akan lo gunakan. Lo bisa membungkus snack - snack yang lo siapkan dan membungkusnya dengan rapih dan membawanya tanpa dicurigai. Jadi kalo orang tua kalian nyuruh pulang jangan dilawan ya (gue serius nih)
  3. BAWA TAS - Hal ini standart tapi sangat vital, bayangin deh. Lo mau bawa snack pake sarung yang dilipet trus dibawa pake tongkat? Yang ada ntar dikira ninja. Tas yang disarankan adalah tas yang memiliki banyak resleting, bukan berarti lo abis itu lo jualan resleting di depan bioskop, tapi tas yang ada banyak tempat penyimpanan. Biasanya hal ini efektif, kalo ketahuan di satu tempat lo bisa nyimpen di tempat yang lain. Mati satu tumbuh seribu, mantap.
  4. MANIPULASI - Manipulasi disini bukan lo nunjukin karya sotosop lo di depan satpam, dicuekin iya yang ada. Maksudnya kalo lo memiliki tas yang kurang memadai gunakan benda yang bisa untuk mengelabuhi pihak pemeriksa. Misalkan lo bawa tas slempang, kan sempit tuh, nah lo pinjem deh jaket, kemeja atau baju temen lo trus tutupin tuh jajanan pake benda tersebut. Nah temen lo pake apa? Terserah dia lah, emang gue emaknya.
  5. BE FAST - Jangan berpikiran kalo lo harus masuk bioskop bawa mobil maserati atau motor hayabusha, kalo gue disitu juga gue bakar mobil lo, itu tidak terpuji sekali saudara - saudara. Maksud gue adalah lo harus bergerak cepat, serius gue kemaren pernah liat orang nerobos pintu bioskop yang ditutup, gue kira mobil baracuda ternyata orang, patut dicoba tuh kalo lo masih takut mau nyoba cara yang di atas. Siapin mental aja, lebih serem dari uji nyali soalnya, efeknya gimana gitu.
  6. BE CRAZY - Sumpah cara ini sangat TIDAK DISARANKAN. Jadi gini lo pernah ngga hampir ketangkep basah dan lo diwajibkan memiliki ide segar untuk mengatasi masalah tersebut? Nah lo harus melakukan hal tersebut, misalnya lo dicegat buat diperiksa, "Permisi mas", kata mas - masnya, nah lo tinggal berani gila aja. Bilang aja "Maaf mas jangan dibuka, malu" atau "Jangan mas, ada 'jeroan' saya, mas mau liat? Terserah sih, belom dicuci loh mas" atau "Wah mas, di dalemnya ada dokumen penting negara mas, kebetulan saya abis ketemuan sama agen rahasia". Semoga mas - masnya percaya dan anda tahan malu.
Nah sekian cara hemat dari saya, buat pihak bioskop gue bukan bermaksud membuat kalian bangkrut, berkurang pendapatannya, atau apapun. Tetapi harap dimengerti ada kelas penonton dimana mereka hanya mampu untuk membeli tiket tapi tidak bisa membeli makanan disana dengan pertimbangan tertentu, atau mereka mempunyai selera yang berbeda, ingin menikmati makanan yang tidak ada di kafe misalkan.

Jadi sekali lagi no offense kepada kalian pihak bioskop, gue tetep suka beli disana kok, minum doang tapi hehe. Tapi serius, gue cuman membagikan pengalaman gue aja. Jadi kalo kalian mampu membeli makanan di kafe ya silahkan, kalo kalian tidak memiliki dana yang cukup untuk membeli jajanan disana atau karena alasan tertentu tidak mau ya silahkan dipakai cara saya. Tapi tidak 100% berhasil ya caranya, berdoa aja dulu.

Well sekian dari gue
Adios Amigos!
Have a good day!