Monday, June 11, 2012

CONFUSE (?)

Well, I don't know how this could happen
When I see you
I guess I just knew it
I can say that you're special

You are way too special

Your lovely smile
Your loveable behavior
Even yourself, is loveable

I don't know why I do this
Am I too stupid?
If so, am I stupid enough for you?

I want to see you
Right by my side
Through hard and joyful days

But, I have one question in me

Am I good enough for you?
I mean, am I, that good for you?
I have faith in you
But what about you?
Do you have it too?

Maybe you kinda fell that I am so possesive
Well that's simple
I don't want something bad happen to you

Call me stupid, call me idiot, call me whatever you like
I don't care
Because all I wanna do..

Is see your face and be with you..

Each and every day of my life.

Wednesday, June 6, 2012

HOW TO EXPRESS IT

When you feel it
How do you express it?

Say it your way like this?
Analog Love|Fujifilm Zo|Fujifilm X-Tra 400

Or feeling lost?
I'm Lost!|Fujifilm Zo|Fujifilm X-Tra 400

It is your choice how to express it
Just enjoy yourself, don't panic and be yourself
Maybe we might fell kinda scared or something
But hey, it's just your feeling said so
Learn the truth, see the reality, then see how you feel
Just don't be affraid to express it



With Peace and That Feeling
Aldio Cahyo S.

RANDOM

Ketika yang dibutuhkan dalam hidup adalah pemahaman, seketika itu pula muncul pertanyaan "mengapa?". Pemahaman bisa berupa jawaban atau penjelasan, tergantung kita memehaminya seperti apa. Jujur gue ngga bisa menahan untuk menanyakan "Kenapa?" atau "Mengapa?" setiap kali gue mengahadapi sebuah masalah yang membutuhkan penjelasan, kayaknya kalo ada masalah yang ditinggalkan begitu saja itu sangat tidak berguna, kita ngga akan pernah tahu apa kita bisa memecahkan masalah tersebut pada waktu berikutnya dan ketika kita tidak bisa apa dan siapa yang mau disalahkan?


Memecahkan masalah secepatnya sepertinya bukan menjadi masalah, bagaimanapun konsekuensinya.


Well gue bisa dibilang keras, nyari masalah, atau apapun. Tapi gue ngga mudah membiarkan sebuah fakta yang sebetulnya ada dan bisa diketahui menjadi sebuah rahasia. Ketika ada masalah yang bisa dibicarakan mengapa harus ditinggalkan? Gue jujur ngga bisa mengerti hal ini. Mungkin temen gue ada benernya juga, "Kalo lo punya masalah personal, kalo orangnya menjauh jangan ditanya kenapa atau diajak ngomong, bikin masalah baru itu namanya", ada benernya juga ketika orang yang akan gue ajak berbicara itu lumayan susah dimengerti. But seriously I can't help it, ketika gue punya masalah dengan seseorang gue akan cenderung untuk mencari apa yang terjadi, lebih tepatnya gue mencari penyebabnya.


Gue siap dengan segala konsekuensi yang mungkin akan terjadi, makin dijauhin, dimusuhin, sampe digebukin juga bisa aja terjadi. Tapi itu semua gue tempuh kalo gue bisa mendapatkan sebuah jawaban, jawaban yang singkat dan jelas dari masalah yang gue hadapi.




Dengan Penuh Pertanyaan,
Aldio Cahyo S.

NB: Kenapa postingan tengah malem lebih asoy ya? Kampret.

Saturday, April 14, 2012

NEW FRIENDS TO PLAY

Hoorrraaaaaaahhhhhhh!!!!

I'm back here baby, and this time with a brand new post comin!
Hell Yeah!!

Nah gue baru - baru ini membeli 2 buah kamera yang menurut gue legenda banget.

 Do You Know This One?

Kalo lo bisa nebak dengan mudah, anda sangat benar sekali. Buat yang belum tahu, kamera di atas adalah Canon Canonet QL17 keluaran tahun 1970an. Kamera yang berjenis rangefinder ini nantinya akan dikenal sebagai camera digital, menurut gue lebih deket dengan kamera pro-sum. Nah, kamera di atas bukan punya gue, gue ngambil dari Google, dan kondisi aslinya agak mengenaskan. Gue beli dengan harga Rp 150.000,- yang menurut gue sangat murah (di pasaran udah nembus Rp 400.000,-) dan gue tetep ngotot beli walaupun ada opsi rangefinder lain yang ngga kalah keren kayak Ricoh 500GX.

Kenapa gue lebih memilih kamera ini?

Karena gue udah jatuh cinta, jadi ketika gue memulai hobi analog fotografi ini, gue lihat kamera ini di situs jual beli dan gue langsung bilang "Gue harus punya kamera ini" dan ketika gue lihat harganya gue langsung bilang "Yang jual SARAP! EDAN! GILA!". Dan mulailah gue dengan kamera pocket dan toycam yang gue punya.

Tetapi takdir berkata lain, gue pun diperemukan dengan kamera ini, agak kesel juga sih, yang jual bilang "Ada jamur mas, bisa dibersihin kok" gue percaya dan ketika gue periksa, KOK BARET-BARET GINI???!!!! Asli gue kesel banget, gue jajal buat foto tapi hasilnya kurang memuaskan, lucu sih agak glowing - glowing gimana gitu tapi ya agak ngga puas aja gue. Filter lensa jadi gampang fogging juga gara-gara scratch, kampret.

Dan keajaiban pun datang, setelah gue hunting foto gue pergi ke dukun kamera. Untuk informasi gue bukan ke dukun yang bisa bikin gue foto sambil melayang atau gimana tapi gue ke dukun kamera, dukun kamera itu orang yang menangani kamera - kamera tua yang biasanya kalo kita bawa ke dealer kamera sekarang mereka pasti nanya "Ini kamera apa ya mas?"

You know what happen? Kamera gue dituker dengan kamera dia men! GILA! Dia ngga bisa nyari lensa pengganti buat gue dan dia nuker kameranya dengan kamera gue, menurut gue ini sebuah penghargaan untuk pencinta analog yang menurut dia sekarang ini berkurang. Gue agak ngga enak sih, nanti kalo ada waktu gue cek lagi deh kamera gue. Suer.

So Handsome Isn't It?

Nah kalo kamera di atas ini siapa yang tahu hayooo??? Yap, ini adalah Canon Canonet QL17 yang dikeluarkan pada tahun 1965 dan bisa dibilang cukup langka di Indonesia. Mungkin kalian bertanya-tanya "Kurang kerjaan banget nih orang, udah punya QL17 beli lagi satu, beda tahun doang. Ngapain coba?", well gue beli kamera ini karena kamera ini dalam kondisi yang apik, mulus, dan almost perfect. Kamera diatas juga gue ambil gambarnya dari google, kamera punya gue ngga semulus ini, tapi ngga beda jauh lah kondisinya hehehe :D

Gue dapet kamera ini senin kemarin, dan gue rela hidup irit demi beli kamera ini,. Gue beli di dukun kamera langganan gue, dia jual kamera dalam kondisi yang sangat bagus dan dia orang yang jujur. Gue mau beli SLR Pentax dan dia bilang kamera ini dalam kondisi yang kurang bagus dan dia menawarkan opsi lain. Gila gue salut bener sama orang ini.

Yang gue suka dari kamera ini adalah, kamera ini ngga terlalu berat (berasa bawa kamera pocket atau toycam) tapi punya fitur sekelas kamera SLR (Shutter Count, Pengatur Diafragma, Bisa Focusing). Menurut gue kamera ini komplit banget dan hasil fotonya keren banget! Gue pun ngga sabar mau kencan sama dua kamera ini hehehehehe (iya gue tau, jomblo ngga berkualitas banget ya kesannya)

Gue akan kasih lihat ke kalian beberapa foto yang gue ambil menggunakan Canonet QL17 dari yang lensanya berjamur sampai yang udah bersih.

Here We Go!

Deretan foto pertama adalah foto yang gue ambil menggunakan Canonet QL17 tahun 1970an dengan lensa yang jamuran dan tergores:

My Room|Canonet QL17|Kodak Colorplus 200


Mess|Canonet QL17|Kodak Colorplus 200


Tugu Muda|Canonet QL17|Superia 200


Melihat Siapa?|Canonet QL17|Lucky SHD 100


Nah, foto di atas hasil dari lensa berjmur yang gue bersihin sedikit tapi masih menyisakan scratch di lensa, agak glowing gimanaaa gituhh..

Nah yang ini adalah foto menggunakan Canonet QL17 dari si dukun kamera yang baik hati:

Fallen Bottle|Canonet QL17|Superia 200


Nongkrong|Canonet QL17|Superia 200


Bulbing|Canonet QL17|Superia 200


Musisi Tua|Canonet QL17|Superia 200

Sumber: Aldio's Flickr

Nah menurut gue hasilnya lebih jernih foto di atas ini daripada foto awal. Yang gue seneng dari Canonet QL17 adalah hasil fotonya yang unik, sedikit vintage tapi pencahayaan juga ngga berlebihan. Kalo mau lihat foto gue yang lain bisa dilihat di galeri foto gue di Flickr, semua foto dijamin adalah karya tangan gue sendiri :D Enjoy it fellas! :)

Sekian dulu lah postingan gue hari ini, lagi flu nih *HUATCHIEMM!!!!!*

See ya later fellas!
Have a Nice Day!